Minggu, 20 Juni 2010

Elegi Sepi

“Hiduplah sesuka hatimu, tapi ingat kau akan mati. Cintailah sesiapa sahaja sepuas hatimu,tapi ingat kau pasti akan berpisah. Lakukanlah apa sahaja yang kau mahu,tapi ingat kau akan dibalas dengan yang selayaknya”

Bulan sudah sayup-sayup sahaja menampakkan diri di langit malam gelap. Selesai sudah ia berputar mengelilingi bumi,menampakkan dirinya sedikit demi sedikit,dari hanya sekadar anak,hinggalah ia mengambang gagah,dan kini kembali menyepi. Taat dan patuh pada Tuhan buatkan ia tak mampu melawan walau sesaat perbezaan.

Dan hati kau juga sepi. Barangkali sesepi bulan yang kau cuba intai-intai dari jendela. Aduh, kalau sahaja kau mampu meminta malam ini tidak hadir,pasti kau akan lakukan. Tapi kau tiada kudrat atas semua itu. Berkeluh dan berhati sayu sahajalah kau malam ini.

Sangat perit rupanya perpisahan. Perit kerana ia menarik dari diri kau segala keindahan yang kau alami,ketika mula-mula berjumpa dahulu. Bila kau berpisah,kau sedar, nanti bukan hanya jasadmu yang terpisah,tapi lebih dari itu,segenap penjuru batinmu bakal merasakan pedihnya perpisahan itu.

Kau sudah boleh menjangka apa yang akan kau kenang selepas ini.

Kau pasti akan terkenang saat kau letih lelah lagi lapar,dia datang memberimu ubat sabar dan redha dengan yang sedikit. Juga saat kau sudah malas-culas berdampingan dengan Tuhan,dia datang menjanjikanmu janji-janji indah dan suntikan keseronokan untuk kembali merapati Tuhanmu. Dan tentu juga kau takkan mampu lupakan,saat kau ditimpa gering hati dan jiwa,diasak kasarnya nafsu haloba,dia datang membantu kau bersuci hati dan berhalus budi. Kau sudah rasa nikmat taqarrub. Kau sudah belajar rasa simpati dan kasihan belas.

Semuanya kerana pertemuan kau dan dia.

* * *

“Betul kau kena pergi?” kau lontar soalan yang kau sendiri tahu jawapannya.

“Tentu. Dah sampai masanya. Aku tak mampu elak.” Dia balas,tanpa sedikit pun nada kompromi.

“Tak boleh kita bersama sekejap sahaja lagi? Sehari dua hari lagi mungkin? Tak boleh?” Kau cuba mendesak halus.

“Kalau aku yang merancang pertemuan kita,tentu,aku ingin duduk lagi dengan kau. Tapi, ya, kau pun tahu kan bagaimana kita berjumpa? Bukan ketentuan kita kan?”

Kau tunduk perlahan-lahan ke bawah. Sudah tidak mungkin lagi perpisahan ini boleh dihalang. Dilambatkan sedikit pun mustahil nampaknya. Sukma kau sudah teramat hiba. Kau biarkan sahaja hiba itu meresap ke seluruh jasad,hingga matamu jelas merasainya. Dan ia titiskan airnya,mengalir perlahan di pipi.

“Memang tiada apa-apa yang mampu aku buat untuk bersama dengan kau lama sedikit?” kau cuba lagi mencari kepastian.

“Mungkin kau tak mampu menahan aku dari pergi,tapi kau tahu,sekurang-kurangnya,kita masih boleh berharap untuk berjumpa lagi di masa lain. Bukan begitu?” dia berikan sedikit harapan. Kau pun hampir terlupa itu. Terlupa kau masih boleh berharap untuk kembali bertemu jika panjang umurmu.

“Ya,moga-moga kata kau benar. Dan kalau kita tak lagi berjumpa selepas ini, tentu aku manusia paling kecewa. Kau dengar itu?” balasmu penuh harapan.

“Jika Tuhan berkehendak tiada yang boleh menghalang kita bertemu lagi. Aku faham perasaanmu.”

Kau cuba juga gagahkan diri menerima kenyataan.

“Kalau begitu,di sini titik perpisahan kita. Kau tetap mahu pergi,dan aku tunduk dengan keputusan ini. Cuma aku minta,mungkin,sebelum aku sunyi semula dari belaian kau, wasiatkanlah aku sesuatu, sebagai balasan buat jasa kau, boleh?” kau tanya sambil menahan air mata.

“Kau sudah jadi manusia lain sebelum aku mula-mula menemui kau. Aku wasiatkan kau,jangan kau jadi begini bila hanya kita sedang bersama. Kau jadilah begini selama-lamanya hingga kita bertemu semula. Aku janji, jika kita bertemu lagi dan kau masih begini, pertemuan itu pasti lebih indah dari ini. Jika benar cinta kau kepada aku,itu akan jadi buktinya.” Itu sahaja pesannya kepada engkau yang begitu menanti dan berharap.

“Itu sahaja?”

“Ya,cukup itu.” dia muktamadkan pesannya. “Maaflah, aku terpaksa pergi sekarang. Fajar sudah hampir menjelang.”

“Err…ya,tentu sekali,silakan. Moga kita berjumpa lagi.”

Dia perlahan-lahan berlalu pergi dari engkau. Dan kau lupa kau belum bertanya satu lagi perkara penting. Kau jeritkan dari jauh, “Nanti! Aku belum tahu namamu! Siapa namamu?”

Dia berhenti seketika. Menoleh ke belakang. Mengukir senyumnya.

“Namaku, Ramadhan.”

* * *

Repost from http://msmnorthwest.wordpress.com/2009/09/06/elegi-sepi/
"I'll change;
I'll change.
I've learned that
I have the strength to change
."-Michael Corleone-


*larita : Rasulullah punya Aisyah RA untuk jadi perawi beliau. Michael Corleone punya Larita Fitrina untuk jadi perawinya.*

#1 fans of...


Michael Corleone.
Don Corleone II.

Pria baik-baik, seorang "jejaka" di sarang penyamun. Anak bungsu kesayangan Don Vito Corleone, karena tumbuh menjadi pria yang membanggakan orang tuanya, menjadi pahlawan perang dunia II. Padahal ia berlatar belakang keluarga mafia, yang notebenenya jadi anak bos mafia ditanggung sakses.

Walaupun pada akhirnya, demi baktinya atas nama Keluarga, ia memilih untuk menggeluti (bukan terjerumus-red) lembah hitam mafia. Namun itu tak mengubah pandangan saya sejak awal mengenai beliau.
karakter yang kuat. penuh integritas. matang mengingat dia anak bungsu (ga bungsu juga sih, 2 kakak pria dan satu adik wanita-red). gentleman. family man. licik, picik, tapi loyal. jauh dari itu semua. dia seorang yang lembut.
kualitas seorang pria.

........

*sayang.... cuma tokoh rekaan....*
"Do me this favor. I won't forget it. Ask your friends in the neighborhood about me. They'll tell you I know how to return a favor."_ My father in law, Vito Corleone_


-larita : manusiawi-
"If anything in this life is certain,

if history has taught us anything,

it is that you can kill anyone."

_ My lover, Michael Corleone_

-larita : terkadang misteri memang diciptakan untuk tetap jadi misteri-

Jumat, 18 Juni 2010

nilai sebuah niat

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

[Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]

Rabu, 16 Juni 2010


"Ketika ditanya bagaimana cara mengobati hati yang sedang resah dan
gundah gulana, Ibnu Mas’ud r.a berkata, " Dengarkanlah bacaan Al-Qur’an
atau datanglah ke majelis-majelis dzikir atau pergilah ke tempat yang
...sunyi untuk berkhalwat dengan Allah SWT Jika belum terobati juga, maka
mintalah kepada Allah SWT hati yang lain, karena sesungguhnya hati yang
kamu pakai bukan lagi hatimu…"

stylist review II : happy holidaaayyy..!









kalo ngomongin masalah fashion emang ga ada abisnya... karena sekarang sudah memasuki masa liburan, jadi yang kita bahas sekarang adalah how to look proper di musim liburan sekarang... Penulis mencoba mengulas tren-tren pakaian yang ditampilkan di runway (chanel rtw_paling atas/no.1, anna sui rtw_no.2, serta di teen vogue_no3,4,5).

Tema summer tahun ini adalah *as usual* floral dan ethnic. Sedikit main tie dye. Warna yang diambil pun cenderung warna-warna soft dan calm, sebagaimana warna-warna yang banyak mendominasi runway tahun ini.

Untuk trend dalam negeri, sepertinya tahun ini mulai lagi tren long dress latau yang kita sebut dengan maxi dress seperti tahun kemarin. Maxi dress ini juga bisa dipakai untuk muslimah yang pakai kerudung loh... bisa dipadupadankan dengan boyfriend's blazer atau jeans jacket atau kemeja putih gombrang di bagian luarnya.

Kekurangannya maxi dress untuk kita-kita yang pakai kerudung adalah sifatnya yang suka melambai-lambai. biasanya bahan yang dipakai untuk maxi dress itu bahan-bahan yang ringan, seperti chiffon atau katun jepang. akibatnya, kalau terkena hembusan angin, bajunya agak-agak keangkat gitu. Jadinya kan mirip posenya Marilyn Monroe.

*Buahayaa sangat itu...*

Ada opsi lain yang saya tawarkan untuk para muslimah yang berkerudung. Karena segala sesuatu tentang denim sedang in lagi akhir-akhir ini, maka temen-temen bisa juga pake kaus kutung putih+jeans longgar+luarannya kemeja putih atau long cardigan... nah untuk kerudungnya, karena pakaiannya cenderung polos, bisa pakai scarf motif atau pakai pashmina motif lucu juga...

Well.... have a nice holidaaayy...

penulis udah gag sabar ingin menikmati sunset si tepi pantai neeeggghhh...
ada yang mau ikuuutt..???

Senin, 14 Juni 2010

Dear Serly...

Aku melihatmu menangis lagi. Padahal aku paling tidak bisa melihat orang menangis. Apalagi tangisan yang tak sesenggukan, tak bersedu sedan. Hanya bulir air mata yang menetes satu demi satu. Aaaaaaarrrrggggghhhhhh…..!

“Ceritakan kepadaku mengapa kau menangis…...”

Andai saja aku bisa berbicara begitu. Tapi aku tak tega. Yang dapat kulakukan adalah hanya membiarkan kau menangis hingga habis tetes air matamu untuk yang kesekian. Walau ada banyak tanya yang hinggap di pikiranku.

Apa si player reza itu yang membuat kau menangis? Apa si cathy kunti yang centil itu orangnya? Atau kamu baru saja dipalak preman…??? Di gebuk dosen…??? Atau dicium truk…???

“Ayo, Serliii… ceritakanlaaaah…”

2 jam. Kau masih saja menyembunyikan tubuhmu dalam posisi persis ketika kamu masih di perut ibumu. Meringkuk. Asyik dengan heningmu.

Lalu kau menegapkan tengkukmu yang telah lama menekuk. Mengusap deretan air mata yang lelah berbaris di pojokan sudut matamu, dan menegakkan kembali posisi dudukmu. Berikutnya kau katupkan kedua tanganmu menutupi wajah cantikmu yang tengah mendung. Hanya butuh 5 detik saja wajah itu tersembunyi.

Aku sudah hapal gesture ini. Inilah ancang-ancangmu.

Dan akupun sudah siap mendengar curhatmu. Menjadi tong sampahmu lagi.

Lalu kau mulai membuka bibirmu. Terdengar suara yang bergetar keluar. Sengau.

“Deangrr Ry…. Aku manguu cernggitaaa…”

***

Ooo…

Ternyata kamu baru saja mengalami patah hati *lagi*. Kali ini dengan orang baru. Tidak main-main. Pria beristri saudara-saudara! Aku tak habis pikir, bagaimana mungkin kamu bisa jatuh hati dengan pria macam itu.

Bukan. Pertanyaan seharusnya adalah, bagaimana mungkin kamu bisa mengenal pria itu. Dan mengapa kau masih mau mengenalnya kalau dia sudah beristri…???

Hadooooohhh….

Kau berkata kau mengenalnya 2 minggu lalu lewat telepon salah sambung. Awalnya tak kau hiraukan. Namun karena ia rajin menelponmu tiap jam (baca : menggodamu-red) lalu kau luluh. dan kau anggap kebetulan ini adalah takdir.

Lugu.

Bodoh lebih tepatnya. Heeloooww… Serliiiii…. Orang manapun juga bakal bilang kalau itu telpon orang iseng yang menelpon secara random untuk mendapatkan mangsa cewek-cewek yang kesepian, yang terlalu lama sendiri, yang terlalu malu untuk bertemu orang, introvert, dan cupu.
Bukan untuk cewek macam kau. Yang pintar, cantik, gaul, mempesona, keren, dan apalah itu..!!!

“aku gak tahuu kalo diaa udah punya istrriii…. Aku baru tahuu waktu ada wanita yang menelpon ke handphoneku yang mengaku istrinyaa.. dan dia meminta aku untuk tidak menggodai suaminya lagiiii…. Ryyy…. ”

Geeezzzz…. Aku akui itu memang tragis. Tapi aku juga tidak menyalahkan istri dari pria (maaf –red) brengsek itu. Apa yang dia lakukan sudah tepat, karena memang tugas dia menjaga suaminya dari tabiat lirak-lirik rumput tetangga. Aku juga memang tidak bisa menyalahkan keluguanmu walaupun untuk ukuran wanita usia 24 tahun, ini kedengaran konyol.

Aku menyalahkan pria itu dengan segala kekurangajaran yang diperbuatnya. Melanggar janji setianya kepada sang istri. mempermalukan istri dan anak-anaknya. dan mengakibatkan kau harus merasakan pengalaman pahit yang tidak layak kau rasakan untuknya.

“kok tega-teganya dia sudah menikaaaahhh, ryyyy…..”

Dan kamu masih menyalahkan pernikahan mereka…? Aku rasa kamu sudah harus dibawa ke psikiater.

“udah punya 3 anak lagiiii, rryyyy….. tegaaaaanyaaa….”

Serly, aku anterin kamu ke psikiater yuk… Sekarang. Gak bisa ditunda-tunda lagi….!

“mungkin aku memang tak pantas untuk dicintai…”

AAAARRRRGGGGHHHH…..!!! Serliiiiiiyy, penyakiittt jomblooooomuuu sudaaaaahhhh kroniiiiiisssssss….!!!!!

***

Aku tidak mengerti mengapa kau harus merasa tidak pantas dicintai. Darimana letak tidak pantasnya sih. Secara fisik, yang kutahu kau baik-baik saja, tidak mengalami kegemukan atau busung lapar. Secara kejiwaan juga, kau tidak menderita kegilaan, waham, atau penyakit kecemasan.

Lalu, apa itu diakibatkan oleh kisah-kisahmu yang lalu? Dengan si Jodi tukang ingusan? Atau Purwanto yang njawani itu? Atau Deki yang kamu jadikan babu..?

Kalau dari ceritamu padaku sih… kayaknya mereka yang jadi korban deh. Lagipula itu kan cerita usang. Terakhir kali kau pacaran bukannya 4 tahun yang lalu…? Aku jadi bingung…

Ya… ya…. Aku ingat sekarang…

Dulu kau pernah bercerita mengenai seseorang yang bernama Kevin, seorang pria kutu buku, berkacamata tebal, yang hanya berkawan dengan dunianya sendiri. Ia yang sederhana, ia yang kupu-kupu (kuliah-pulang kuliah-pulang –red), ia yang bahkan untuk berkata saja harus terbata-bata. Lebih dari itu, Ia yang membuat jantungmu berdegup kencang, menggetarkan segenap hatimu, dan membuat duniamu seakan lebih berwarna.

Dan ya… Ia yang membuatmu jatuh cinta kan..?

Tapi tragisnya. Ia-lah orang yang pertama kali menolakmu kan…?

Menolak Serly yang popular, pintar, gaul, ceria, banyak teman. Sekaligus Serly yang juga rapuh, terasing, dan rentan.

Kau berkali-kali menekankan….

“aku tak mempermasalahkan harga diri. Karena memang cinta bukan masalah harga diri… dia punya nilai-nilai yang ia pahami sendiri, dan aku pun demikian… Mungkin aku memang tidak pantas untuknya”

Serly… aku tahu dibalik semua pandangan orang terhadapmu, dibalik wajahmu yang penuh tawa dan semburat senyum, ada kepercayaan diri yang sudah lama tak kau genggam akibat peristiwa itu.

Sejak itu, kau mulai menutup pintu hatimu. Dari sekian banyak perahu yang mencoba mampir di pelabuhanmu. Tak satupun yang kau biarkan menepi. Apalagi berlabuh. Karena kau menganggap kau masih terluka. Masih berduka. Dan masih harus berbenah membereskan perasaan yang tertinggal.

Tapi 4 tahun, lyy…. Empat tahuuunnn….

Dan ketika kau merasa sudah siap untuk membuka hatimu. Kau menyerahkan hatimu pada orang yang salah. Kepada om-om hidung belang, bahkan mungkin sekarang sudah motif zebra, yang sudah menikah dan beranak 3. Bahkan jangan-jangan mungkin dia sudah bercucu juga.

Kini om-om beristri itu telah melukai engkau yang kehilangan perisai. Mengakibatkan kau harus berdarah-darah menyeret tubuhmu sendiri keluar dari kubangan lumpur dan bergumul dengan perasaan tidak-pantas-dicintai, sisa-sisa dari penyakit-jomblo-empat-tahunmu itu.

Ckckck…

Andai aku bisa bicara…
Akan kuteriakkan kepada dunia, kalau bisa melalui TV, kucarikan kau pasangan yang pantas untuk berdampingan denganmu yang bisa melihat kualitas seorang kamu secara utuh.

Andai aku punya tangan dan kaki…
Akan kucari rumah Kevin, mengetok pintu rumahnya dan bertanya mengapa kau mencampakkan wanita seperti Serly…? Sehingga kau tidak harus menebak-nebak sendiri kalau kau tidak pantas untuknyalah, kau yang kurang cantiklah, atau kau yang merasa kurang pintarlah. Karena tidak ada istilah tidak pantas untuk bisa jatuh cinta kepada seseorang.

Setelah itu akan kutemukan om-om yang menyakiti hatimu. Kujenggut rambutnya, kukepang lengannya, dan kusuruh sujud di telapak kaki istrinya. Berikutnya untukmu, akan kutamparkan semua sudut pipinya. Tak hanya sekali. Beratus-ratus kali. Anggap saja pre-rajam. Lalu kurenggut handphonenya dan kuinjak-injak sampai hancur, agar tak ada lagi wanita lugu sepertimu yang bisa ia perdaya.

Andai aku punya hati seorang pria…
Mungkin sudah sejak lama aku jatuh cinta padamu, Serly.

***

Dear, diary…

Makasih yaaa… udah mau jadi tong sampah ceritaku yang paling sabar, gak banyak omong, dan nerimo, yang pernah aku punya. Kalau diukur-ukur kayaknya sampah curhatanku udah melebih gunung sampah leuwigajah yang dulu pernah bikin heboh cimahi ya, ry…

Kamu berbakat loo....

Jadi TPA. Tempat Pembuangan Akhir…

Heheheh… becanda…

Ohiya… sekalian aku juga mau pamit. Mungkin ini kesempatan terakhir kita untuk bersua.
Karena halaman ini halaman terakhir yang bisa aku isi darimu. Aku tahu mungkin kamu bakal seneng karena gak bakal lagi dengerin (eh… istilah penginderaan yang aneh untuk buku diary ya… hahahah… ngertilahyaa…) curhatan termehek-mehek aku lagi.

Atau… kamu malah sedih karena kamu mungkin gak bakal pernah dengerin cerita-cerita aku lagi…? Huhuhu… jangan sedih dooong, sayaaanngg….

Tenang aja ry… walaupun nanti peran kamu digantikan yang baru… tapi aku masih bakal ketemu kamu lagi kok. Apalagi kenangan yang aku toreh di kertas milkmu tak akan pernah hilang dan aku lupakan. Supaya kelak aku bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah aku yang kamu pernah kamu rekam di dalam diri kamu.

Kamu akan selalu menjadi sahabat terbaik aku sama seperti diary2 aku yang lainnya.
Mungkin di lemari tempat penyimpananmu kelak, kamu akan bertemu dengan sahabat-sahabatku waktu aku masih muda dulu. Jadi kamu gak akan pernah kesepian.

Dear diary…

Selamat bubu yaa…

Mataku yang bengkak ini udah gak bisa diajak kompromi nih… iyaa… tenang aja, sebelum tidur aku mau ngambil handuk basah untuk mengompres mataku. Supaya besok aku bisa menghadapi dunia dengan cerah seperti sedia kala.

Anyway…

Gd bye my besties…

I luv ya…

Cupcupmuahmuah…


Ttd
Serly

Kamis, 03 Juni 2010

“Turn your wounds into wisdom.”
Oprah Winfrey

hal-hal yang ingin saya lakukan sebelum saya tua dan membosankan *menurut saya*

  • membonceng sepeda onthel menuju kampus
  • travelling dengan menggunakan daster lengkap dengan sendal jepit
  • mengetok pintu rumah orang di kala tengah malam
  • berdandan ala lady gaga untuk make-up sehari-hari
  • mengirim surat (benar-benar surat) kepada orang yang saya cintai dengan diam-diam
  • mengirim surat untuk bapak presiden planet mars dan planet pluto (sumpah, untuk ini gak ada alasan khusus, cuma pengen tahu aja)
  • ngamen lagu "sekuntum mawar merah" di tengah jalan dago
  • menyamar menjadi agen intelejen
  • mengikuti america's got talent
  • tampil di layar kaca sebagai pembaca berita
  • pembicara di seminar dengan topik "mengapa gila itu menyehatkan"
  • memegang binatang-binatang menakutkan bagi saya : kupu-kupu dan bekicot
  • menjadi penyiar radio apapun
  • membuat pesta pernikahan ulang untuk orang tua saya
  • belajar bahasa inggris ke UK (karena saya sangat suka UK)
  • menerbitkan novel dan buku kumpulan cerpen dan buku antologi puisi
  • menjadi dosen killer di almamater saya
  • memiliki rumah di puncak pegunungan dan memiliki loteng tempat menikmati pemandangan malam
  • mempunyai butik khusus pakaian pria
  • backpacker ke eropa
  • menjadi stylist dan di-hire secara profesional
note : daftar diatas sangat mungkin untuk bertambah.