Senin, 05 Juli 2010

Suatu pagi di pukul 06.00

Percikan tumbukan air yang memancar keluar dari keran. Membasahi wajah, bahkan segenap tubuh. Serta memanggil jiwa untuk menyatu dengan rimbunnya kesatuan kami dibawah pancuran miniatur air terjun paling nyaman yang bisa kautemukan di pagi hari. Arus air dingin dan panas yang mengalun membangkitkan titik sensoris di sekujur permukaan kulit. Memijat dan memilin. Relaksasi terbaik. Oleh ahli terapis terbaik dunia, Air pancuran di kamar mandi.

Menyikat gigi adalah pemanggilan jiwa tahap kedua. Sebuah ritual. Proses penyucian ruh yang paling murni pada zaman masehi. Suara gigi yang berderak kasar akibat gesekan kepala sikat adalah mantera ampuh serupa komat-kamit burung gagak dalam upacara penyucian jiwa etnis mongol. Membuatmu khusyu mendengar sekali lagi keheningan yang hanya ditemani suara gesekan gigi oleh ujung kepala sikat. Bahkan terkadang sensasi itu membawamu hanyut ke dalam lubuk nurani yang bisa ditembus hanya melalui ritual sikat gigi. Sebuah dunia yang hanya ada kau dengan keheninganmu. Yang berjudulkan “Meditasi sikat gigi.”

Suara pengering rambut yang merongrong helai demi helai rambutmu yang basah adalah pengalaman lain. Lebih dari itu, nafasnya menghela kehangatan di penjuru tengkuk leher, wajah yang merah menghangat, dan sensasi rambut yang mulai mengering. Sungguh lembut. Seperti milik artis pemeran iklan sampo. Mendongkrak kepercayaan diri yang kau perlukan untuk menghadapi kota metropolitan yang kejam dan angkuh.

Walau pada akhirnya asap bajaj dan minibus akan menghajar rambut artismu dengan ganas. Membuatnya kusut lengkap dengan wajahmu yang lebam sisa karbon dan penampakan dahi depot minyak.

Tapi setidaknya ada usaha untuk menekan skeptisme yang dapat membuatmu kehilangan daya.

Sarapan. Secangkir si hitam legam di pagi hari. Yang menyalakan tombol “switch on”. Momen bangunnya eksistensi diri. Harum yang kau hirup lewat kedua lubang hidungmu adalah sebuah filosofi. “kopi adalah heharuman paling erotis yang membangkitkan gairahmu akan dunia”. Lalu kauputuskan untuk membiarkan satu sloki kopi membasahi rongga mulutmu. Senyap-senyap kopi yang mengalir itu kemudian mengajarimu satu hal lagi. Mengenai hidup yang tak cukup hanya dengan “menjalani”. Lebih besar. Hidup adalah “menciptakan”.

Sebelum kaki kau jejakan di atas ranah Tuhan. Ada sekantung cookies dan sebatang coklat yang diselipkan di balik saku kantong untuk dikulum ketika konsentrasi gula di aliran darah mulai menipis. Setidaknya dapat membungkam lambungmu yang meraung-raung minta disuapi untuk sementara.

Serta tak lupa satu kotak penuh gulali rasa petasan yang punya daya ledak tinggi serupa 1 kwintal TNT, cukup untuk menghalau kantuk yang mendera di tengah terik matahari. Menyalakan lagi hari disaat kortisol meninggi, neurotransmitter yang mogok jalan, penatnya pikiran, serta macetnya ide.

Tak lupa.

Percikan wewangian ala taman surgawi yang akan menghipnotismu bahwa mulai detik ini, harimu akan selalu mudah untuk dilalui.

Bukan. Harimu akan selalu mudah untuk diraih.

Lalu segenap warna mulai menghampiri duniamu. Lembayung, jingga, kemuning, delima. Mereka mengajakmu berderai, melerai.

Untuk memenangkan hari yang masih tersisa 18 jam lagi.

(5 juli 2010)

Minggu, 20 Juni 2010

Elegi Sepi

“Hiduplah sesuka hatimu, tapi ingat kau akan mati. Cintailah sesiapa sahaja sepuas hatimu,tapi ingat kau pasti akan berpisah. Lakukanlah apa sahaja yang kau mahu,tapi ingat kau akan dibalas dengan yang selayaknya”

Bulan sudah sayup-sayup sahaja menampakkan diri di langit malam gelap. Selesai sudah ia berputar mengelilingi bumi,menampakkan dirinya sedikit demi sedikit,dari hanya sekadar anak,hinggalah ia mengambang gagah,dan kini kembali menyepi. Taat dan patuh pada Tuhan buatkan ia tak mampu melawan walau sesaat perbezaan.

Dan hati kau juga sepi. Barangkali sesepi bulan yang kau cuba intai-intai dari jendela. Aduh, kalau sahaja kau mampu meminta malam ini tidak hadir,pasti kau akan lakukan. Tapi kau tiada kudrat atas semua itu. Berkeluh dan berhati sayu sahajalah kau malam ini.

Sangat perit rupanya perpisahan. Perit kerana ia menarik dari diri kau segala keindahan yang kau alami,ketika mula-mula berjumpa dahulu. Bila kau berpisah,kau sedar, nanti bukan hanya jasadmu yang terpisah,tapi lebih dari itu,segenap penjuru batinmu bakal merasakan pedihnya perpisahan itu.

Kau sudah boleh menjangka apa yang akan kau kenang selepas ini.

Kau pasti akan terkenang saat kau letih lelah lagi lapar,dia datang memberimu ubat sabar dan redha dengan yang sedikit. Juga saat kau sudah malas-culas berdampingan dengan Tuhan,dia datang menjanjikanmu janji-janji indah dan suntikan keseronokan untuk kembali merapati Tuhanmu. Dan tentu juga kau takkan mampu lupakan,saat kau ditimpa gering hati dan jiwa,diasak kasarnya nafsu haloba,dia datang membantu kau bersuci hati dan berhalus budi. Kau sudah rasa nikmat taqarrub. Kau sudah belajar rasa simpati dan kasihan belas.

Semuanya kerana pertemuan kau dan dia.

* * *

“Betul kau kena pergi?” kau lontar soalan yang kau sendiri tahu jawapannya.

“Tentu. Dah sampai masanya. Aku tak mampu elak.” Dia balas,tanpa sedikit pun nada kompromi.

“Tak boleh kita bersama sekejap sahaja lagi? Sehari dua hari lagi mungkin? Tak boleh?” Kau cuba mendesak halus.

“Kalau aku yang merancang pertemuan kita,tentu,aku ingin duduk lagi dengan kau. Tapi, ya, kau pun tahu kan bagaimana kita berjumpa? Bukan ketentuan kita kan?”

Kau tunduk perlahan-lahan ke bawah. Sudah tidak mungkin lagi perpisahan ini boleh dihalang. Dilambatkan sedikit pun mustahil nampaknya. Sukma kau sudah teramat hiba. Kau biarkan sahaja hiba itu meresap ke seluruh jasad,hingga matamu jelas merasainya. Dan ia titiskan airnya,mengalir perlahan di pipi.

“Memang tiada apa-apa yang mampu aku buat untuk bersama dengan kau lama sedikit?” kau cuba lagi mencari kepastian.

“Mungkin kau tak mampu menahan aku dari pergi,tapi kau tahu,sekurang-kurangnya,kita masih boleh berharap untuk berjumpa lagi di masa lain. Bukan begitu?” dia berikan sedikit harapan. Kau pun hampir terlupa itu. Terlupa kau masih boleh berharap untuk kembali bertemu jika panjang umurmu.

“Ya,moga-moga kata kau benar. Dan kalau kita tak lagi berjumpa selepas ini, tentu aku manusia paling kecewa. Kau dengar itu?” balasmu penuh harapan.

“Jika Tuhan berkehendak tiada yang boleh menghalang kita bertemu lagi. Aku faham perasaanmu.”

Kau cuba juga gagahkan diri menerima kenyataan.

“Kalau begitu,di sini titik perpisahan kita. Kau tetap mahu pergi,dan aku tunduk dengan keputusan ini. Cuma aku minta,mungkin,sebelum aku sunyi semula dari belaian kau, wasiatkanlah aku sesuatu, sebagai balasan buat jasa kau, boleh?” kau tanya sambil menahan air mata.

“Kau sudah jadi manusia lain sebelum aku mula-mula menemui kau. Aku wasiatkan kau,jangan kau jadi begini bila hanya kita sedang bersama. Kau jadilah begini selama-lamanya hingga kita bertemu semula. Aku janji, jika kita bertemu lagi dan kau masih begini, pertemuan itu pasti lebih indah dari ini. Jika benar cinta kau kepada aku,itu akan jadi buktinya.” Itu sahaja pesannya kepada engkau yang begitu menanti dan berharap.

“Itu sahaja?”

“Ya,cukup itu.” dia muktamadkan pesannya. “Maaflah, aku terpaksa pergi sekarang. Fajar sudah hampir menjelang.”

“Err…ya,tentu sekali,silakan. Moga kita berjumpa lagi.”

Dia perlahan-lahan berlalu pergi dari engkau. Dan kau lupa kau belum bertanya satu lagi perkara penting. Kau jeritkan dari jauh, “Nanti! Aku belum tahu namamu! Siapa namamu?”

Dia berhenti seketika. Menoleh ke belakang. Mengukir senyumnya.

“Namaku, Ramadhan.”

* * *

Repost from http://msmnorthwest.wordpress.com/2009/09/06/elegi-sepi/
"I'll change;
I'll change.
I've learned that
I have the strength to change
."-Michael Corleone-


*larita : Rasulullah punya Aisyah RA untuk jadi perawi beliau. Michael Corleone punya Larita Fitrina untuk jadi perawinya.*

#1 fans of...


Michael Corleone.
Don Corleone II.

Pria baik-baik, seorang "jejaka" di sarang penyamun. Anak bungsu kesayangan Don Vito Corleone, karena tumbuh menjadi pria yang membanggakan orang tuanya, menjadi pahlawan perang dunia II. Padahal ia berlatar belakang keluarga mafia, yang notebenenya jadi anak bos mafia ditanggung sakses.

Walaupun pada akhirnya, demi baktinya atas nama Keluarga, ia memilih untuk menggeluti (bukan terjerumus-red) lembah hitam mafia. Namun itu tak mengubah pandangan saya sejak awal mengenai beliau.
karakter yang kuat. penuh integritas. matang mengingat dia anak bungsu (ga bungsu juga sih, 2 kakak pria dan satu adik wanita-red). gentleman. family man. licik, picik, tapi loyal. jauh dari itu semua. dia seorang yang lembut.
kualitas seorang pria.

........

*sayang.... cuma tokoh rekaan....*
"Do me this favor. I won't forget it. Ask your friends in the neighborhood about me. They'll tell you I know how to return a favor."_ My father in law, Vito Corleone_


-larita : manusiawi-
"If anything in this life is certain,

if history has taught us anything,

it is that you can kill anyone."

_ My lover, Michael Corleone_

-larita : terkadang misteri memang diciptakan untuk tetap jadi misteri-

Jumat, 18 Juni 2010

nilai sebuah niat

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

[Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits yaitu Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari (orang Bukhara) dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi di dalam kedua kitabnya yang paling shahih di antara semua kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]

Rabu, 16 Juni 2010


"Ketika ditanya bagaimana cara mengobati hati yang sedang resah dan
gundah gulana, Ibnu Mas’ud r.a berkata, " Dengarkanlah bacaan Al-Qur’an
atau datanglah ke majelis-majelis dzikir atau pergilah ke tempat yang
...sunyi untuk berkhalwat dengan Allah SWT Jika belum terobati juga, maka
mintalah kepada Allah SWT hati yang lain, karena sesungguhnya hati yang
kamu pakai bukan lagi hatimu…"

stylist review II : happy holidaaayyy..!









kalo ngomongin masalah fashion emang ga ada abisnya... karena sekarang sudah memasuki masa liburan, jadi yang kita bahas sekarang adalah how to look proper di musim liburan sekarang... Penulis mencoba mengulas tren-tren pakaian yang ditampilkan di runway (chanel rtw_paling atas/no.1, anna sui rtw_no.2, serta di teen vogue_no3,4,5).

Tema summer tahun ini adalah *as usual* floral dan ethnic. Sedikit main tie dye. Warna yang diambil pun cenderung warna-warna soft dan calm, sebagaimana warna-warna yang banyak mendominasi runway tahun ini.

Untuk trend dalam negeri, sepertinya tahun ini mulai lagi tren long dress latau yang kita sebut dengan maxi dress seperti tahun kemarin. Maxi dress ini juga bisa dipakai untuk muslimah yang pakai kerudung loh... bisa dipadupadankan dengan boyfriend's blazer atau jeans jacket atau kemeja putih gombrang di bagian luarnya.

Kekurangannya maxi dress untuk kita-kita yang pakai kerudung adalah sifatnya yang suka melambai-lambai. biasanya bahan yang dipakai untuk maxi dress itu bahan-bahan yang ringan, seperti chiffon atau katun jepang. akibatnya, kalau terkena hembusan angin, bajunya agak-agak keangkat gitu. Jadinya kan mirip posenya Marilyn Monroe.

*Buahayaa sangat itu...*

Ada opsi lain yang saya tawarkan untuk para muslimah yang berkerudung. Karena segala sesuatu tentang denim sedang in lagi akhir-akhir ini, maka temen-temen bisa juga pake kaus kutung putih+jeans longgar+luarannya kemeja putih atau long cardigan... nah untuk kerudungnya, karena pakaiannya cenderung polos, bisa pakai scarf motif atau pakai pashmina motif lucu juga...

Well.... have a nice holidaaayy...

penulis udah gag sabar ingin menikmati sunset si tepi pantai neeeggghhh...
ada yang mau ikuuutt..???

Senin, 14 Juni 2010

Dear Serly...

Aku melihatmu menangis lagi. Padahal aku paling tidak bisa melihat orang menangis. Apalagi tangisan yang tak sesenggukan, tak bersedu sedan. Hanya bulir air mata yang menetes satu demi satu. Aaaaaaarrrrggggghhhhhh…..!

“Ceritakan kepadaku mengapa kau menangis…...”

Andai saja aku bisa berbicara begitu. Tapi aku tak tega. Yang dapat kulakukan adalah hanya membiarkan kau menangis hingga habis tetes air matamu untuk yang kesekian. Walau ada banyak tanya yang hinggap di pikiranku.

Apa si player reza itu yang membuat kau menangis? Apa si cathy kunti yang centil itu orangnya? Atau kamu baru saja dipalak preman…??? Di gebuk dosen…??? Atau dicium truk…???

“Ayo, Serliii… ceritakanlaaaah…”

2 jam. Kau masih saja menyembunyikan tubuhmu dalam posisi persis ketika kamu masih di perut ibumu. Meringkuk. Asyik dengan heningmu.

Lalu kau menegapkan tengkukmu yang telah lama menekuk. Mengusap deretan air mata yang lelah berbaris di pojokan sudut matamu, dan menegakkan kembali posisi dudukmu. Berikutnya kau katupkan kedua tanganmu menutupi wajah cantikmu yang tengah mendung. Hanya butuh 5 detik saja wajah itu tersembunyi.

Aku sudah hapal gesture ini. Inilah ancang-ancangmu.

Dan akupun sudah siap mendengar curhatmu. Menjadi tong sampahmu lagi.

Lalu kau mulai membuka bibirmu. Terdengar suara yang bergetar keluar. Sengau.

“Deangrr Ry…. Aku manguu cernggitaaa…”

***

Ooo…

Ternyata kamu baru saja mengalami patah hati *lagi*. Kali ini dengan orang baru. Tidak main-main. Pria beristri saudara-saudara! Aku tak habis pikir, bagaimana mungkin kamu bisa jatuh hati dengan pria macam itu.

Bukan. Pertanyaan seharusnya adalah, bagaimana mungkin kamu bisa mengenal pria itu. Dan mengapa kau masih mau mengenalnya kalau dia sudah beristri…???

Hadooooohhh….

Kau berkata kau mengenalnya 2 minggu lalu lewat telepon salah sambung. Awalnya tak kau hiraukan. Namun karena ia rajin menelponmu tiap jam (baca : menggodamu-red) lalu kau luluh. dan kau anggap kebetulan ini adalah takdir.

Lugu.

Bodoh lebih tepatnya. Heeloooww… Serliiiii…. Orang manapun juga bakal bilang kalau itu telpon orang iseng yang menelpon secara random untuk mendapatkan mangsa cewek-cewek yang kesepian, yang terlalu lama sendiri, yang terlalu malu untuk bertemu orang, introvert, dan cupu.
Bukan untuk cewek macam kau. Yang pintar, cantik, gaul, mempesona, keren, dan apalah itu..!!!

“aku gak tahuu kalo diaa udah punya istrriii…. Aku baru tahuu waktu ada wanita yang menelpon ke handphoneku yang mengaku istrinyaa.. dan dia meminta aku untuk tidak menggodai suaminya lagiiii…. Ryyy…. ”

Geeezzzz…. Aku akui itu memang tragis. Tapi aku juga tidak menyalahkan istri dari pria (maaf –red) brengsek itu. Apa yang dia lakukan sudah tepat, karena memang tugas dia menjaga suaminya dari tabiat lirak-lirik rumput tetangga. Aku juga memang tidak bisa menyalahkan keluguanmu walaupun untuk ukuran wanita usia 24 tahun, ini kedengaran konyol.

Aku menyalahkan pria itu dengan segala kekurangajaran yang diperbuatnya. Melanggar janji setianya kepada sang istri. mempermalukan istri dan anak-anaknya. dan mengakibatkan kau harus merasakan pengalaman pahit yang tidak layak kau rasakan untuknya.

“kok tega-teganya dia sudah menikaaaahhh, ryyyy…..”

Dan kamu masih menyalahkan pernikahan mereka…? Aku rasa kamu sudah harus dibawa ke psikiater.

“udah punya 3 anak lagiiii, rryyyy….. tegaaaaanyaaa….”

Serly, aku anterin kamu ke psikiater yuk… Sekarang. Gak bisa ditunda-tunda lagi….!

“mungkin aku memang tak pantas untuk dicintai…”

AAAARRRRGGGGHHHH…..!!! Serliiiiiiyy, penyakiittt jomblooooomuuu sudaaaaahhhh kroniiiiiisssssss….!!!!!

***

Aku tidak mengerti mengapa kau harus merasa tidak pantas dicintai. Darimana letak tidak pantasnya sih. Secara fisik, yang kutahu kau baik-baik saja, tidak mengalami kegemukan atau busung lapar. Secara kejiwaan juga, kau tidak menderita kegilaan, waham, atau penyakit kecemasan.

Lalu, apa itu diakibatkan oleh kisah-kisahmu yang lalu? Dengan si Jodi tukang ingusan? Atau Purwanto yang njawani itu? Atau Deki yang kamu jadikan babu..?

Kalau dari ceritamu padaku sih… kayaknya mereka yang jadi korban deh. Lagipula itu kan cerita usang. Terakhir kali kau pacaran bukannya 4 tahun yang lalu…? Aku jadi bingung…

Ya… ya…. Aku ingat sekarang…

Dulu kau pernah bercerita mengenai seseorang yang bernama Kevin, seorang pria kutu buku, berkacamata tebal, yang hanya berkawan dengan dunianya sendiri. Ia yang sederhana, ia yang kupu-kupu (kuliah-pulang kuliah-pulang –red), ia yang bahkan untuk berkata saja harus terbata-bata. Lebih dari itu, Ia yang membuat jantungmu berdegup kencang, menggetarkan segenap hatimu, dan membuat duniamu seakan lebih berwarna.

Dan ya… Ia yang membuatmu jatuh cinta kan..?

Tapi tragisnya. Ia-lah orang yang pertama kali menolakmu kan…?

Menolak Serly yang popular, pintar, gaul, ceria, banyak teman. Sekaligus Serly yang juga rapuh, terasing, dan rentan.

Kau berkali-kali menekankan….

“aku tak mempermasalahkan harga diri. Karena memang cinta bukan masalah harga diri… dia punya nilai-nilai yang ia pahami sendiri, dan aku pun demikian… Mungkin aku memang tidak pantas untuknya”

Serly… aku tahu dibalik semua pandangan orang terhadapmu, dibalik wajahmu yang penuh tawa dan semburat senyum, ada kepercayaan diri yang sudah lama tak kau genggam akibat peristiwa itu.

Sejak itu, kau mulai menutup pintu hatimu. Dari sekian banyak perahu yang mencoba mampir di pelabuhanmu. Tak satupun yang kau biarkan menepi. Apalagi berlabuh. Karena kau menganggap kau masih terluka. Masih berduka. Dan masih harus berbenah membereskan perasaan yang tertinggal.

Tapi 4 tahun, lyy…. Empat tahuuunnn….

Dan ketika kau merasa sudah siap untuk membuka hatimu. Kau menyerahkan hatimu pada orang yang salah. Kepada om-om hidung belang, bahkan mungkin sekarang sudah motif zebra, yang sudah menikah dan beranak 3. Bahkan jangan-jangan mungkin dia sudah bercucu juga.

Kini om-om beristri itu telah melukai engkau yang kehilangan perisai. Mengakibatkan kau harus berdarah-darah menyeret tubuhmu sendiri keluar dari kubangan lumpur dan bergumul dengan perasaan tidak-pantas-dicintai, sisa-sisa dari penyakit-jomblo-empat-tahunmu itu.

Ckckck…

Andai aku bisa bicara…
Akan kuteriakkan kepada dunia, kalau bisa melalui TV, kucarikan kau pasangan yang pantas untuk berdampingan denganmu yang bisa melihat kualitas seorang kamu secara utuh.

Andai aku punya tangan dan kaki…
Akan kucari rumah Kevin, mengetok pintu rumahnya dan bertanya mengapa kau mencampakkan wanita seperti Serly…? Sehingga kau tidak harus menebak-nebak sendiri kalau kau tidak pantas untuknyalah, kau yang kurang cantiklah, atau kau yang merasa kurang pintarlah. Karena tidak ada istilah tidak pantas untuk bisa jatuh cinta kepada seseorang.

Setelah itu akan kutemukan om-om yang menyakiti hatimu. Kujenggut rambutnya, kukepang lengannya, dan kusuruh sujud di telapak kaki istrinya. Berikutnya untukmu, akan kutamparkan semua sudut pipinya. Tak hanya sekali. Beratus-ratus kali. Anggap saja pre-rajam. Lalu kurenggut handphonenya dan kuinjak-injak sampai hancur, agar tak ada lagi wanita lugu sepertimu yang bisa ia perdaya.

Andai aku punya hati seorang pria…
Mungkin sudah sejak lama aku jatuh cinta padamu, Serly.

***

Dear, diary…

Makasih yaaa… udah mau jadi tong sampah ceritaku yang paling sabar, gak banyak omong, dan nerimo, yang pernah aku punya. Kalau diukur-ukur kayaknya sampah curhatanku udah melebih gunung sampah leuwigajah yang dulu pernah bikin heboh cimahi ya, ry…

Kamu berbakat loo....

Jadi TPA. Tempat Pembuangan Akhir…

Heheheh… becanda…

Ohiya… sekalian aku juga mau pamit. Mungkin ini kesempatan terakhir kita untuk bersua.
Karena halaman ini halaman terakhir yang bisa aku isi darimu. Aku tahu mungkin kamu bakal seneng karena gak bakal lagi dengerin (eh… istilah penginderaan yang aneh untuk buku diary ya… hahahah… ngertilahyaa…) curhatan termehek-mehek aku lagi.

Atau… kamu malah sedih karena kamu mungkin gak bakal pernah dengerin cerita-cerita aku lagi…? Huhuhu… jangan sedih dooong, sayaaanngg….

Tenang aja ry… walaupun nanti peran kamu digantikan yang baru… tapi aku masih bakal ketemu kamu lagi kok. Apalagi kenangan yang aku toreh di kertas milkmu tak akan pernah hilang dan aku lupakan. Supaya kelak aku bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah aku yang kamu pernah kamu rekam di dalam diri kamu.

Kamu akan selalu menjadi sahabat terbaik aku sama seperti diary2 aku yang lainnya.
Mungkin di lemari tempat penyimpananmu kelak, kamu akan bertemu dengan sahabat-sahabatku waktu aku masih muda dulu. Jadi kamu gak akan pernah kesepian.

Dear diary…

Selamat bubu yaa…

Mataku yang bengkak ini udah gak bisa diajak kompromi nih… iyaa… tenang aja, sebelum tidur aku mau ngambil handuk basah untuk mengompres mataku. Supaya besok aku bisa menghadapi dunia dengan cerah seperti sedia kala.

Anyway…

Gd bye my besties…

I luv ya…

Cupcupmuahmuah…


Ttd
Serly

Kamis, 03 Juni 2010

“Turn your wounds into wisdom.”
Oprah Winfrey

hal-hal yang ingin saya lakukan sebelum saya tua dan membosankan *menurut saya*

  • membonceng sepeda onthel menuju kampus
  • travelling dengan menggunakan daster lengkap dengan sendal jepit
  • mengetok pintu rumah orang di kala tengah malam
  • berdandan ala lady gaga untuk make-up sehari-hari
  • mengirim surat (benar-benar surat) kepada orang yang saya cintai dengan diam-diam
  • mengirim surat untuk bapak presiden planet mars dan planet pluto (sumpah, untuk ini gak ada alasan khusus, cuma pengen tahu aja)
  • ngamen lagu "sekuntum mawar merah" di tengah jalan dago
  • menyamar menjadi agen intelejen
  • mengikuti america's got talent
  • tampil di layar kaca sebagai pembaca berita
  • pembicara di seminar dengan topik "mengapa gila itu menyehatkan"
  • memegang binatang-binatang menakutkan bagi saya : kupu-kupu dan bekicot
  • menjadi penyiar radio apapun
  • membuat pesta pernikahan ulang untuk orang tua saya
  • belajar bahasa inggris ke UK (karena saya sangat suka UK)
  • menerbitkan novel dan buku kumpulan cerpen dan buku antologi puisi
  • menjadi dosen killer di almamater saya
  • memiliki rumah di puncak pegunungan dan memiliki loteng tempat menikmati pemandangan malam
  • mempunyai butik khusus pakaian pria
  • backpacker ke eropa
  • menjadi stylist dan di-hire secara profesional
note : daftar diatas sangat mungkin untuk bertambah.

Senin, 03 Mei 2010

Olymphiart : 2006 JUARA..!









ini foto-foto yang diambil Mbak NIKEN, cewek heboh yang rajin jadi suporter^^..
walopun aku ga ada di tempat waktu euphoria ini berlangsung, tapi kerasa banget hawanya... apalagi kalo inget setiap fase menuju kemenangan. bitter sweet bo'...
selamat buat KAKA yang jadi PJ tahun ini...
selamat buat AJAY, sang papih kita...
selamat buat 2006,,, YANG USAHANYA GAK PERLU DIRAGUIN LAGI...

*ampe rela pending skripsi dan belajar buat bulan uas selama 2 minggu...^^*

makasih buat 2006, buat momen perkuliahan kita yang asoy dan aduhai yang bakal aku inget terus...

Sabtu, 01 Mei 2010

Vocal Group II : our last story...

Mojacko

moshimo koibito ga uchujin nara
donanna DE-TO nine, narunokana
suiseide chotto mizuabi shite
dosei no wakkade hitosuberi

kotoba nante iranaine
kitto tanoshikute
toki wo wasureru deshou

kinsei de aeru kirei na VI-NASU
suteki na tokoroe tsuretette

moshimo koibito ga uchujin nara
PAPA mo MAMA mo ne-, odorokuwa
mokusei de BOIJA- machibuse shitara
kasei de tomodachi mitsukeruno

yumewa itsuka kanau mono
kokoro awasete
kitto WA-PU dekirune

chikyu wa aokute kirei datta to
minna ni hanashite agetaina

moshimo koibito ga uchujin nara
hiroi uchuwa yuenchi
sui kin chi ka moku tenkai meiou
sa- uchusende tobitatou
sutekina hoshie tsuretette

Seandainya sahabatku
Dari luar angkasa
Apa yang terjadi
Oh Mungkinkah
Sejenak bintang utara
Bermain dengan air
Mengitari planet Saturnus
Bersama-sama
Kata-kata yang indah
Tidaklah perlu
Sungguh menyenangkan hati
Hingga waktupun terlupakan
Planet Venus yang Indah
Terbuat dari emas
Tempat yang paling indah
Yang pernah kau antar

*terimakasih temaaaan.... telah mengisi momen2 kita yang gila, penuh tangis, peluh, keluh, puyeng, teu eling, dongkol, dan lebih dari semua, momen yang sangaaaaaaaat menyenangkaaaaaaaannn.... maapin guw yang suka marah-marah, yang bikin tampil "freak", yang mukanya nyolot,,,, jangan ada dendam diantara kita yaaa.... heu...

daaan... saat ini adalah momen terakhir kita.... semoga kita cepat jadi dokteeeeeerrrrrr......*


amin...

*gag nyambung...*

geng bandung timur

Ini foto aku dan kedua sahabatku dari geng bandung timur. dari kiri ke kanan : aku sendiri, si kaka (tokoh yang sering banget disebut di blog ini), dan anti. Sebenarnya ada 4 orang lagi yang tidak ikut ke-poto dengan berbagai alasan (yang atu sibuk belajar, yang atu lagi nykripsi, yang atu lagi didandanin buat poto yearbook, yang atu lagi autis).

Perkumpulan ini berawal dari kelompok belajar. Sebelum mulai belajar, biasanya kita awali dengan ngarumpi terlebih dahulu....

*maklum ibu-ibu...*

eittsss.... bukan ngerumpi ghibah loh...
biasanya yang kita rumpiin itu tentang kehidupan kita kelak, cita-cita, the secret (istilah kita untuk impian, merunut dari film dokumenter "the secret"-red), tangisan dan curhat, nasihat, dan *ehem...* pernikahan.

*maklum gadis...*

naaahh... setelah ngerumpi, apalagi yang kita lakukan...?

tidur...

*terus belajarnya kapaaaann....??*

Minggu, 25 April 2010

Vocal Group : Juara Pertama's performance


well... mungkin teman-teman sudah banyak yang tahu kalau saya adalah salah satu anggota dari vocal group yang bernama, Juara Pertama (aka JuPe). JuPe terkenal dengan penampilan yang eksentrik dan fashion yang "high-end". Berikut ini adalah foto yang diambil adik kelas saya ketika kami tampil di pagelaran olymphiart.
Lagu yang kami nyanyikan berjudul "Just dance" dan "Paparazzi" yang dinyanyikan secara medley dan tentu acapella.

Fashionnya..?


hehehe... konsepnya saya ciptakan dengan inspirasi yang saya dapat dari outfit-nya lady gaga sendiri. Beliau kan terkenal dengan penampilannya yang freak dan quirkie... jadi saya juga pengen menampilkan Jupe yang gak kalah freak sama Lady Gaga. Selain itu saya juga dapat inspirasi dari Runway-nya Marc Jacobs (tapi saya lupa koleksi apa persisnya..)
Dengan bantuan stylist kami, Melissa, dan manager kami, Odeda alias Aisyah, maka terwujudlah kostum yang freak ini...

Make-upnya?


heheh.. saya minta maaf kepada dua personil perempuan yang lain, Iya dan Anti, yang jadi bahan eksperimen saya. Alhasil kita bertiga tempil dengan tampilan mau ke halloween *gahhahahahahahahah*. Apalagi kalo inget momen2 pada saat tangan saya meluncur diatas muka mereka, saya tidak lagi hirau dengan kontur muka mereka, saya hanya menganggap mereka kanvas *heheheheh*.

*gakpapalah yaa... cuma kali ini doang ko...hehehehe*

Nah kalo ada yang nanya...

"teu.. kamu yang mana..???"

tanpa malu-malu saya akan menjawab...

"itu tuh yang dikepalanya ada tudung saji putih..."

Senin, 22 Maret 2010

Selamat Ulang Tahun

Hari ini Adikku ulang tahun. Tapi aku belum juga punya uang untuk memberi ia hadiah. Bahkan lebih tepatnya lagi, aku kemungkinan besar tidak mendapat uang untuk hari ini. Pekerjaan? Jangan tanya… mencari dan mendapatkan pekerjaan di kota metropolitan ini amatlah sulit. Apalagi untuk aku yang hanyalah lulusan SMA dengan latar belakang keluarga yang rumit, sangatlah sulit untuk bos-bos itu mau menerima aku yang tidak mempunyai keahlian apapun.

***

"Kakak…. Aku ingin ulang tahun…!!! Teman-teman ade udah pernah ulang tahun semua, kaaakk… ade juga mauu…"

Itu rengek adikku pagi hari ketika dia baru saja bangun tidur. Aku pun hanya mengangguk untuk menenangkan rengekannya yang sudah dan pasti akan semakin menjadi-jadi.

Kau pasti berpikir "ulang tahun yaa ulang tahun saja… toh setiap tahun pasti kita ulang tahun.."

Tapi… Maksud adikku dengan "ulang tahun" itu adalah pesta perayaan ulang tahun lengkap dengan kue, kado, dan terompet. Sebenarnya dia sudah sibuk meminta "ulang tahun" itu sejak setahun yang lalu ketika dia genap berusia lima tahun. Namun ketika itu karena memang saku sama sekali tidak mempunyai apa-apa, bahkan uang untuk makan hari itupun entah darimana, jadi aku hanya menjawab

"ya… tahun depan yaa, de… kakak baru punya uangnya tahun depan…"

Aku juga menekankan kalau aku (itupun masih "mungkin") hanya bisa memberinya sepotong kue black-forest yang diimpi-impikannya selama ini untuk jadi kue ulang tahunnya. Setelah itupun, adikku (mungkin karena belum paham dan masih terlalu kecil untuk memahami kondisi kami) tak hentinya merajuk dan "ngadat" selama satu minggu penuh. Baru membaik, setelah kuajak keliling kota dengan bis kopaja dengan menggunakan uang jerih payahku sebagai tukang parkir semalam penuh sebelumnya.

Hari berganti hari

Tahun berganti tahun.

Besok adalah hari ulang tahun adikku

Dan dikantongku tidak ada uang sepeserpun.

***

Aku hidup berdua saja dengan adikku yang tahun ini akan berumur enam tahun . Sejak Kedua orang tua kami meninggalkan kami empat tahun yang lalu, akulah yang mengurusi keperluan kami berdua dan menjadi orang tua pengganti bagi adikku satu-satunya yang paling aku sayang di seluruh dunia.

Sebenarnya dulu keluarga kami hidup berkecukupan, walau tidak bisa disebut berada. Ayahku adalah manager keuangan di perusahaan konstruksi di ibu kota, sedang ibuku bekerja sebagai akuntan di perusahaan yang sama. Penghasilan mereka berdua bahkan bisa dipergunakan untuk membeli sebuah rumah cukup besar di kompleks perumahan yang cukup elit pula di bilangan Jakarta Timur, dua buah kendaraan pribadi untuk kedua orang tuaku, dan sebuah motor untuk kupergunakan bepergian ke sekolah atau hanya sekedar main.

Awalnya aku anak tunggal. Bisa dibayangkan kan bagaimana melimpahnya kasih sayang yang orang tuaku curahkan untukku. Hingga akhirnya ibuku hamil di usianya yang telah menginjak kepala empat. Seperti yang kita tahu, usia tersebut adalah usia rawan wanita untuk hamil. Dokter pun sudah memperingatkan ibuku yang selain sudah berusia kepala empat juga memiliki riwayat hipertensi, namun karena ibu berkeras bertahan untuk memberiku adik maka ia mempertahankan kehamilannya. Katanya, ia ingin meramaikan kembali suasama rumah kami dengan kehadiran anak yang ada di perutnya itu.

Aku pun turut bahagia mendengar kehamilan ibu. Mengingat sudah 15 tahun masa hidupku aku merasa kesepian di rumah. Ayah ibuku sibuk bekerja, sehari-hari aku hanya ditemani Mbok Sum, pembantu yang sudah kuanggap nenekku sendiri. Bahkan nampaknya aku adalah orang pertama yang paling antusias dengan kehamilan ibu. Setiap hasil pencitraan USG adikku (yang ternyata seorang perempuan loh.. heheh) di setiap kunjungan prenatal ibuku, aku kumpulkan di satu album foto. Cantik sekali adikku ini begitu kulihat bayang wajahnya di foto USG itu. Sampai-sampai ayah ibuku geli sendiri melihat begitu apiknya aku mendokumentasi calon adik baruku ini. Mengingat aku ini lelaki, jarang-jarang ada laki-laki yang begitu antusias dengan segala tetek bengek yang menyangkut keluarganya. Apalagi soal kehadiran calon anggota keluarga kami yang baru.

Ini kan adik yang kutunggu-tunggu… heheheh

Minggu berganti minggu, hingga usia kandungan ibuku telah menginjak 35 minggu. Dokter telah memperkirakan adikku akan lahir dua minggu lagi. Namun takdir berkata lain, seminggu sebelum waktunya, tiba-tiba ibu jatuh tersungkur dan pingsan. Kami yang kebetulan ada di rumah saat itu panik, dan langsung membawa ibu ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di ruang UGD, keadaan ibuku bukannya membaik, malah menjadi koma.

Kami semua bukan main paniknya. Ayahku yang biasanya tenang hanya duduk di tepi kursi sambil termenung dan sesekali menyeka air matanya. Aku..? Jangan tanya… aku sudah meraung-raung bahkan sejak kami masih di kendaraan menuju rumah sakit.

Dokter yang sedang jaga di UGD saat itu memberi tahu kami. Beliau bilang, ibuku diperkirakan mengalami eklampsia. Penyakit hipertensi ibu hamil yang berujung pada kejang dan akhirnya koma. Seperti yang dialami ibuku saat ini. ia juga berkata nyawa ibuku dan nyawa adikku yang masih di rahimnya dalam keadaan terancam. Kemungkinan terburuknya kami akan kehilangan keduanya. Maka kami diminta untuk memilih salah satu : ibuku atau adikku.

Ayahku memohon kepada dokter untuk melakukan segala upaya untuk menyelamatkan ibuku. Ia menyerah akan nasib adikku. Aku tak sanggup mendengar lagi. Setelahnya aku hanya lemas dan sudah tak bisa berkata apa-apa lagi.

Adikku dikeluarkan dari perut ibuku dengan operasi sesar. Tanpa diduga, adikku sehat walafiat, tak kekurangan sesuatu apapun dan montok sekali.

Namun setelah operasi, ibuku ternyata tak kuat lagi.

Tuhan mengambil ibuku.

Jangan kau bayangkan keadaan kami saat itu. Sudah pasti hancur. Kami bahkan tidak, sama sekali tidak merasa senang dengan kehadiran anggota keluarga kami yang baru.

Bukan berarti kami membenci anak ini. Tapi kami hanya tidak tahu musti bahagia atau sedih.

Setelah itu kehidupan kami menjadi abnormal. Ayahku depresi berat. Hingga sering pulang malam dalam keadaan mabuk. Aku yang masih bersekolah kelas 1 SMA, setelah pulang harus mengurusi adikku dan menggantikan peran ibuku di rumah. Mengepel lantai, mencuci pakaian, menyetrika, membeli kebutuhan sehari-hari, bahkan memasak. Mbok Sum? Sejak kepergian ibuku, ia mohon diri untuk pulang ke kampung. Ia berkata ia terlalu sedih untuk melihat kami dalam keadaan susah sepeninggalan ibu. Aku mengizinkannya. Ia sudah tua… lagipula aku sudah cukup besar untuk diurusi oleh Mbok Sum.

Tidak ada siapa-siapa lagi di rumah. Hanya aku, adikku dan ayah yang selalu pulang larut itu.

Aku sering bertengkar dengan Ayahku karena keberatan akan tingkah lakunya. Tapi ayahku hanya acuh tak acuh. Lalu kudapat kabar kalau akhirnya perusahaannya memecatnya. Mungkin karena tidak fokus lagi pada pekerjaannya.

Sejak saat itu, kebiasaan buruknya makin menjadi-jadi.

Hingga suatu malam, ada dering telpon dan seseorang di seberang sana berkata bahwa ayahku mengalami kecelakaan. Aku lalu bertanya bagaimana keadaan ayahku. Ia hanya menjawab mobilnya hancur lebur.

Dari situ aku sudah tahu ayahku sudah tiada.

Sejak saat itu, aku hanya hidup berdua saja dengan adikku. Hingga uang peninggalan orang tua kami tak sanggup lagi menghidupi kami berdua dan membiayai sekolahku, dan bahkan untuk membayar hutang kedua orang tuaku. Aku menjual semuanya. Rumah, mobil ibuku, motor milikku, dan semuanya. Hingga habis tak berbekas. Tidak ada lagi yang tersisa. Bahkan cincin pernikahan kedua orang tuaku pun tidak kusimpan.

Terlalu sakit. Terlalu pedih untuk kusimpan dan kukenang.

Kami saat ini hanya tinggal di kamar kos pengap yang kukontrak dari hasil kerja serabutan, dan tidur beralaskan tikar.

Bagiku, tak apa tak ada kemewahan lagi yang dulu sempat kukecap. Masih ada adikku. Hartaku yang paling mahal. Yang paling berharga. Satu-satunya peninggalan orang tuaku. Satu-satunya yang aku miliki sekarang.

Sekarang kau mengerti kan mengapa aku sayang sekali kepada adikku?

***

Akhirnya siang tadi ada seorang temanku yang memintaku menggantikannya bertugas untuk menjadi tukang parkir di Senayan. Walau cukup jauh dari kosanku, tanpa pikir panjang langsung ku terima saja. Alhamdulillah, sampai maghrib ini sudah banyak kendaraan yang bergantian memasuki areal parkiran. Aku sudah mendapat dua puluh ribu, sudah kupotong untuk membeli sepotong lontong untuk makan siang tadi.

Sambil menunggui mobil-mobil ini, aku teringat kembali saat ku pergi dari kosan ku tadi. Saat itu, aku berpamitan pada adikku sambil berkata…

"doakan kakak yaa… supaya dapat duit banyak untuk ulang tahun ade…"

Tahu tidak apa yang adikku lakukan setelahnya?
Ia kemudian menengadahkan tangannya dan berdoa keras-keras. Begini doanya…

"bismillahirrohmanirrohim… Ya Allah… ade minta duit yang banyak untuk kakak dan untuk ade… bismillahitawakaltu alallohi la hawla wala kuwwata illabillah… kakak ikutin dong… supaya Allah dengerin doa ade…."

Lalu kami pun bersama-sama melafalkan doa yang ditujukan untuk orang yang akan bepergian tersebut.
Aku tersenyum mengingatnya. Sudah besar ia sekarang. Sudah hapal doa apa saja yah dia..?

Sekarang sudah pukul sembilan malam. Tinggal setengah jam lagi, setelah itu aku pulang, ujarku dalam hati. Semoga adikku belum tidur. Ia sudah tidur belum yaa..? aku sudah meminta ia menungguku pulang membawakan "ulang tahun" untuk kami rayakan. Aku juga sudah menitipkannya dengan tetangga sebelah untuk menemaninya.

Akhirnya tiba waktuku untuk pulang. Sudah pukul setengah sepuluh malam… aku sudah mengantongi tiga puluh ribu. Cukup untuk membeli satu slice black forest, pikirku. Tapi aku harus bergegas, karena pukul sepuluh malam biasanya toko kue sudah tutup.

Sekarang tinggal membeli kuenya. Dan tentu mencari toko kue.

Kususuri jalanan mencari toko kue yang masih buka. Jalanan sudah lengang. Sudah ribuan detik aku berjalan, hanya gelap. Tidak ada yang buka.

Bagaimana ini…??

Waktu di jam tanganku sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Adikku pasti masih menantiku…

Setelah beribu lekukan jalan kulalui, akhirnya kudapati sebuah toko kue kecil di pojokan jalan. Dengan terburu-buru, aku meminta pelayannya untuk cepat-cepat membungkuskan satu potong kue black forest. Dan untungnya setelah kutanya harganya, pas sekali dengan isi kantongku.

Tiga puluh ribu rupiah.

Pelayannya lalu bertanya..
"habis kerja, mas…? pasti buat pacarnya ya..?"

Aku tersenyum dan menggeleng…
"bukan, mbak… ini untuk ulang tahun adik saya… mbak, ada secarik kertas..? Boleh saya minta?"

"oooh begitu..? Kalau begitu ini saya kasih bonus satu potong lagi ya untuk mas… tenang saja mas.. Masih jam sebelas lewat lima belas menit… masih lama.. Nih mas kertasnya… ini pulpennya", ujarnya lagi.

"makasih banyak yah, mbak… iya nih.. Tapi sayah masih harus lari lagi ke rumah saya, uang saya sudah habis untuk ini.." jawabku sambil menunjuk bungkusan black forest yang baru saja ia sodorkan sambil sibuk menulisi kertas yang ia berikan.

Setelah selesai ku tulis kartu ucapan (sebenarnya tidak layak disebut kartu sih…) lalu kuserahkan kembali pulpen kepada pelayan toko kue tersebut sambil kuucapkan terima kasih.

"begitukah..? Kalau begitu semangat mas…!", tambahnya lagi.

Tanpa banyak kata, aku hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan toko.

Alhamdulillah.

Setelah berhasil kudapatkan sang kue ulang tahun, lalu aku berlari kencang sekali…

Dalam hati kuberdoa…

"Tahanlah wahai waktu…
Jangan berjalan wahai waktu…

Ada selamat ulang tahun…
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk adikku yang paling kusayangi…

Tolong Tuhan…
Aku ingin melihat senyuman adikku dan mendengar riang tawanya
Setelah terjaga semalaman menantiku…"

Dengan senyuman lebar dan dengan masih membawa bayangan wajah adikku yang tertawa girang, aku terus berlari dan berlari.

"Tunggu aku ya dek..."

***

10 tahun kemudian

***


"Kak… ini aku adikmu…

usiaku sekarang sudah genap 16 tahun. Sama dengan usia kakak, waktu aku hadir ke dunia untuk menemani kakak.

Bagaimana kabar kakak…?

Ade baik-baik aja kok, ka...
Aku sekarang tinggal bersama dengan Ibu Sud. Itu tetangga kita tempo hari. Beliau sungguh baik dan menyayangi aku sebagaimana putrinya sendiri. Beruntung aku mempunyai Ibu angkat seperti beliau. Kakak tak usah mencemaskan aku ya…

Sekarang aku sudah kelas 9 SMP, bulan depan aku sudah ujian akhir, kak… menuju SMA… doakan aku yah kak, supaya masuk SMA favorit seperti kakak.
Kakak mau tahu aku ranking berapa di kelasku tahun ini? alhamdulillah kak… aku masih peringkat satu di kelasku. Aku gak kalah pintar loh dari kakak. Raporku tentu cemerlang. Pokoknya aku gak mau kalah sama rapor kakak.

Heheh..

Kak, maaf baru tahun ini aku bisa datang ke pusara kakak…

Sejak hari itu. Hari terakhir kakak mencium keningku dan berkata...

"doakan kakak yaa… supaya dapat duit banyak untuk ulang tahun ade…"

Hari dimana aku menunggu kakak yang belum juga pulang hingga jam 12 malam. Aku sudah tahu, saat itu sudah lewat tengah malam. Saat itu aku kesal sekali, dan bertanya-tanya mengapa kakak tak juga pulang. Dan berpikir, apa kakak ingkar janji lagi seperti tahun sebelumnya. Apakah ulang tahun yang kakak janjikan tidak akan ada?
Aku yang kesal akhirnya menangis sejadi-jadinya, namun mungkin karena terlalu lelah, pada akhirnya aku tertidur.

Ketika aku bangun di pagi hari, aku tidak melihat kakak di sampingku seperti biasanya. Aku sudah ada di gendongan Ibu Sud. Padahal tadinya aku mau merajuk pada kakak, loh…

Pada saat itu, sudah banyak sekali tetangga kita yang berkumpul di kamar kita. Kamar kita yang sudah sempit malah tambah pengap saja jadinya. Lalu kutanyakan kemana kakakku pada ibu Sud. Ia hanya menjawab….

"kakakmu sudah pergi, nak…"

Lalu kutanya lagi…

"belum pulang yah..?"

"sudah… sudah pulang…. Tapi udah ga sama dedek lagi.."

"haaa..? Kakak jahaaat… kakak kan udah janjiii buatin ulang tahun buat aku….! Kakaaakkk jahaaaatt..! Mana ulang tahun akuuuu…?!?"

Pecahlah tangisku.

Saat itu, aku yang belum mengerti maksud ibu Sud, lalu sibuk menangis dan menyumpahimu loh, kak.

Barulah sekarang aku mengerti, Ibu Sud sudah menceritakan peristiwa yang sebenarnya kepadaku ketika aku berumur 10 tahun. Beliau bercerita, ketika kau berlari tergesa untuk pulang, ada mobil yang tak menyadari engkau yang sedang menyebrang jalan. Mobil itu tak bisa mengelak. Engkau pun terpelanting. Dahimu mencium aspal. Meninggalkan bungkusan kue yang tercecer di jalan.

Dan meninggalkan aku untuk selamanya.

Ibu Sud pun menyerahkan kartu ucapan ulang tahun yang waktu itu masih tersimpan rapih di dalam bungkusan kue, yang diserahkan oleh pihak kepolisian untuk aku. Kartu itu bertuliskan…


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
selamat ulang tahun adikku…
Kakak akan selalu menyayangi adikku yang paling cantiiiiiik di seluruuuuhhh dunia…
Kakak doakan semoga ade menjadi anak yang sholeh…
Ade juga harus tambah sayang sama kakak yaa…

Kecup sayang dari kakak

NB : awas kalo gak dimakan kuenya…! Kakak bakal marah lohh...
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kakak…

Aku cuma mau bilang…

Aku sayang banget sama kakak…
Kakak akan selalu menjadi kakakku nomor satu, cowok yang paling ganteng di seluruh dunia, cowok yang paling lembut di seluruh dunia, cowok yang paling baik di seluruh dunia…

Dan orang yang paling kucintai di seluruh dunia…

Kak…

Aku kangen sama kakak…"

***

"bismillahirrohmanirrohim… Ya Allah… ade minta duit yang banyak untuk kakak dan untuk ade… bismillahitawakaltu alallohi la hawla wala kuwwata illabillah… kakak ikutin dong… supaya Allah dengerin doa ade…."

***

The end

Selasa, 16 Maret 2010

wacana baru

hari ini setelah berkumpul dengan tiga orang sahabat, salah seorang (bernama kaka) diantaranya melempar wacana baru terhadap perkembangan blogku...

"teuu... gimana kalo blog kamu diubah jadi blog fashion..."

sebenarnya wacana ini sebelumnya sudah pernah terlintas di benak saya. hanya saja karena saya sibuk sana-sini (salah satunya juga sibuk tidur, penyakit anak muda....) jadi belum sempat saya implementasikan.. masih berupa ide...

kebetulan pula saya pun turut menaruh minat di bidang yang satu ini. pernah saya mempunyai mimpi untuk menjadi desainer (saya mempunyai hobi membuat sketsa rancangan pakaian, namun kebanyakan hanya digunakan untuk mengilustrasikan pekerjaan stylist saya di beberapa kesempatan bukan untuk dijadikan sebuah pakaian). tapi... saya belum bisa menjahit. jadi mungkin ini bisa jadi batu loncatan saya untuk mewujudkan mimpi saya.

bisa dibilang, saya berencana ingin menjadikan passion saya terhadap bidang ini bukan hanya sebagai hobi... namun tentu itu semua butuh proses yak.. (doakan yah... hehehe)

kembali lagi kepada wacana yang dilempar teman saya tadi. akhirnya saya menyanggupi ide sahabat saya. tapi...

"tapi... ka... saya kan gaptek... nanti kamu yang moto, udah gitu pang-editin, pokona sing alus wehlah... sayah dukung lah gagasan kamu..."

*emangnya yang punya blog siapee.... merah-merah di gigi.. cabe dee...*

Sabtu, 13 Maret 2010

Tips mendapat nilai bagus saat ujian...

belajar dan berdoa.

Tips melawan kantuk saat belajar

udah jam 11 malem..
alhamdulillah belum ngantuk...

*lha wong siang tadi udah ngebo...*

berikut ini adalah persiapan peralatan preventif menahan kantuk :
-mp3
-earphone
-kopi (gelas ke-3)
-permen karet (blister yang ke 2)
-bantal (untuk dipeluk supaya ga kedinginan)
-balsem

Dari keseluruhan peralatan tadi yang paling ampuh untuk saya adalah balsem...

kok bisa..??

*bisa dong...*

bukan buat diolesin di perut (mencegah masuk angin), bukan pula diolesin di dahi (meringankan nyeri kepala atau migrain)...
tapi diolesin di mata....

*are you sure???*

yee... tepatnya di kelopak mata bukan konjunktiva-nya... (buahaya tuu..)

guarantee 100% it do work..! semaleman dijamin mata melek...

*lebih tepatnya merem melek,,, kepanasan.. gyahahahahaha*

silahkan dicoba...

NB : jika ada komplikasi yang mendera, kemungkinan besar anda tidak melakukan sesuai dengan intruksi, jadi jangan salahkan saya.. lagian ngapain ngikut-ngikut saran dari saya... terima kasih.

Senin, 01 Maret 2010

Obsesi : Sambal

Mungkin semua sahabat saya pasti sudah hapal dengan obsesi saya akan satu hal ini. SAMBAL. Buat saya apapun makanannya, minumannya pasti sambal.

*heheh... kamu pikir saya bercanda? tidak kawan, saya serius..*

Dari sarapan nasi goreng di pagi hari dengan dua sendok makan sambal, kemilan berupa buah-buahan ibu M di kantin lengkap dengan satu sendok sambal cabe bubuk, kemilan kerupuk seblak (berupa kerupuk yang digoreng setengah matang disajikan dengan sambal cabe bubuk, rasanya...?? tentu pedas bukan main kawan..., teman saya pernah mencoba mengonsumsinya, percaya atau tidak, sampai merem melek dia, kawan...), makan siang berupa sekerat nasi dan lauk pauk serta tak lupa sambal, makan sore dengan menu yang sama dan tentu tak ketinggalan, sang belahan hati pun hadir, sambal.

Pernah suatu ketika saya membeli semangkuk bakso dan memberi empat sendok makan sambal di atas kuah bakso. saya biasa saja. teman-teman saya heboh. Mereka bilang...

"Tanteuu (panggilan sayang untuk saya dari sahabat-sahabat saya)... kamu makan bakso pake sambal atau makan sambel pake bakso..???"

*retoris... jawabannya pasti saya makan sambal pake bakso dong...*

Pengalaman saya dengan sambal tak terlepas hanya itu saja. Pernah suatu malam, waktu sudah menunjukkan jam 9, saya baru saja pulang kuliah. Perut sudah sibuk ngamen keroncongan bahkan mungkin sudah lagu rock sekarang, sedari masih di perjalanan menuju rumah dari kampus. Begitu sampai, langsung saja saya sambar penutup hidangan di atas meja makan. Ada nasi, sayur, beberapa kerat tempe tahu dan beberapa potong daging (saya tak ingat pasti daging apa... entah daging ayam, sapi, atau mungkin rusa atau gajah.. saya lupa...).

Ada yang kurang.

Ya.. apa lagi kalau bukan sambal....

Akhirnya saya putuskan untuk menggenapi lauk pauk teman nasi yang akan saya makan dengan sambal. "Okai, saya akan membuat sambal!" teguh saya dalam hati. Namun ketika saya membuka lemari pendingin, tidak ada sang cengek (cabai muda berwarna hijau yang ukurannya kurang lebih 1-2 cm -red)yang merupakan bahan dasar untuk membuat sambal.

tidak jadi membuat sambal...?

tidak mungkin.
saya sudah kadung bersemangat, pikiran saya sudah penuh dengan bayangan sambal terasi nan lezat dan menggoda itu sampai di ujung lidah saya. Air liur saya sudah tak bisa saya telan lagi.

Lalu saya berpikir bagaimana cara untuk mendapatkan cengek di malam hari dimana semua warung yang ada sudah tutup??

Lalu terpikir satu ide...
bagaimana kalau saya meminta satu genggam cengek kepada tetangga sebelah...

konyol... pikir saya....

Lalu tercetuslah ide brilian.
yaitu membeli gorengan. Kalau beli beberapa bala-bala kan pasti diberi cengek kan...?

Okay...! berangkat...!

Dengan semangat, saya ayunkan kaki dan melangkah menuju abang-abang penjual gorengan langganan. Begitu sampai, pandangan saya langsung mencari-cari gorengan yang salty. Namun saya tidak melihat barang yang ingin saya beli, bahkan remahannya saja tidak ada. Lalu saya tanya si abangnya...

"om (*panggilan saya untuk abang-abang), bala-bala gak ada..?"

"udah abis, neng... "

"gehu..? mendoan...?"

"gak ada neng... ada juga pisang goreng..."

"yaudah deh... pisang goreng aja deh empat yak...!"

abang tukang goreng pun membungkuskan empat pisang goreng yang saya beli.

"ini, neng..."

"iya, om... eeeh... kela (bahasa sunda, artinya nanti dulu -red)... om, gimana sih ko gak ada cengeknya..??"

"neng, ari eneng.... makan pisang sama cengek..??"

Begitulah...
Akhirnya saya pun bisa mendapatkan cengek untuk membuat sambal.
Dan malam itu pun berakhir dengan bahagia.
Dan saya bisa tidur nyenyak.

Meninggalkan abang penjual gorengan dengan senyumannya.

geli dia.

Sabtu, 27 Februari 2010

Puan Pulasar Tuan

bermimpi aku ke tengah padang pasir
meratap sempuan menari lalu melayu
seribu lalu pasir hinggap di puan pulasar tuan

lalu menunggu hempasan nyawa
aku terbang dan terbangun
ditampar segenap bunga rosalia yang mekar
rajam durinya mengenai lenganku kokoh

aku tak menghindar

hanya tertawa

dan menyindir mukaku tajam
beroleh muara lautan pilu

tak ada akhir untuk pulasar tuan
karena tak diawali oleh tuan

serta kubawa sendiri
menderu dalam hembusan abu pulasar tuan

(indarti: malam tak pernah padam. maret 2009)

Sepucuk Doa untuk Ayah

Namaku Meranti, panggilanku Ranti. Aku dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang hangat, ibuku seorang ibu rumah tangga yang jauh dari kata “hanya ibu rumah tangga”. Setahuku beliau makhluk paling hebat yang Tuhan ciptakan. Yah, ibu memang panutanku.

Aku ingat suatu saat, ketika aku masih bersekolah di SD, disaat ibu-ibu anak lain yang sedang menunggui anak-anaknya berkumpul dan bergosip, ibuku hanya duduk ditepian bangku sambil membaca buku dongeng untuk anak-anak. Bukan. Bukan berarti ibuku tak gaul atau tak pandai berbaur, hanya tak mau membuang waktunya untuk mempermalukan dirinya dan keluarganya dengan mempergunjingkan aurat orang. Itu yang aku tahu, walau ibuku tak pernah memberitahuku. Lalu mengapa ibuku membaca buku dongeng anak-anak? Untuk yang satu ini beliau menjawab.

“ ibu sedang mempersiapkan dongeng orang hebat siapa lagi yang akan ibu bacakan untukmu nanti malam.. agar kau kelak jadi orang yang hebat pula, putriku”

Ibu. Ibu. Ibu. Itu yang pernah Rasul bilang ketika ditanya kepada siapa kita berbakti. Tak salah memang.

Lalu Ayahku. Ayahku tak kalah hebat dari ibu. Ayah adalah pria paling lembut yang pernah aku kenal. Walau kami tak terlalu sering berinteraksi secara langsung, karena beliau sibuk mencari nafkah untuk keluarganya, namun hebatnya, beliau tak pernah lupa menciumi putra-putrinya yang sudah terlelap ketika beliau pulang larut malam. Setiap hari. Yah setiap hari beliau pulang larut, sudah sejak aku duduk di bangku TK. Kabarnya, yang kudengar dari Mbok Sum, wanita yang membantu ibuku dirumah, ayahku diangkat jadi wakil direktur di perusahaan pertambangan nasional tempat ayahku bekerja. Jadi wajar ayahku jarang ada di rumah ketika kami putra-putrinya sedang dalam kondisi “on”.

Pernah suatu ketika, Ayahku berjanji untuk membawa kami bermain ke taman hiburan ketika akhir minggu tiba. Tapi Saat tiba waktunya, ayah membatalkannya tiba-tiba karena ada rapat yang harus ia datangi. Padahal aku dan adikku, Tantri sudah menyiapkan sepasang baju renang kuning bermotif bentuk hati pink, dua ember kecil untuk bermain pasir lengkap dengan sekopnya, kacamata renang berwarna pink dan biru, serta tak lupa lipatan baju baru yang akan kami kenakan.

Tentu saja, aku dan adikku sudah pasti marah, dan mogok ngobrol dengan ayahku dua hari penuh. Walaupun sebenarnya untuk mengobati kekecewaan kami, sehari setelahnya kami sudah diajak ibu main ke kolam renang umum yang ada di kompleks perumahan sebelah kami. Tapi perlakuan kami pada ayah tetap tak berubah. Jutek saja.

Ayahku lalu membelikan kami es krim mencoba untuk meredakan amarah kami. Namun es krim yang ia sodorkan kami tepis dengan tangan dan akhirnya terjatuh ke lantai. What a spoiled babies... Aku selalu ingat ekspresi air muka ayahku dengan sorot matanya yang layu.

Malamnya, aku tak bisa tidur. Merasa tak enak hati ingin meminta maaf kepada Ayahku, tapi aku gengsi. Akhirnya aku putuskan untuk menulis surat untuk ayahku. Isinya seperti ini…

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Ayah

Apa kabar, Ayah? Ranti baik-baik saja. Kemarin aku dan ade maen ke kolam renang sama ibu. Asik banget loh, yah.. sayang ayah ga bisa ikut.

Ayah pasti capek yah rapat melulu. Ranti suka kasian liat ayah kecapean abis pulang rapat. Ayah jangan lupa makan yang banyak yah, Yah… supaya Ayah bisa main-main lagi sama kita nanti.

Ayah, sebenernya aku marah loh dua hari kemarin. Abis ayah jahat. Masa dibatalin sih jalan-jalannya. Padahal Ranti sama Ade kan girang banget akhirnya bisa main-main sama ayah dan ibu.


Kemarin, ibu bilang kalo ayah sibuk nyari uang untuk beliin barbie, baju baru, buku cerita, komik chibi maruko-chan, dan mainan masak-masakkan untuk Ranti. Jadi gak bisa jalan-jalan sama kita. Ayah, sebenernya Ranti cuma kangen sama Ayah yang udah jarang banget main sama kita. Ayah ga usah repot-repot nyenengin Ranti ngasih mainan buat Ranti. Ranti cuma pingin Ayah.


Maafin Ranti yah, Yah… kemarin udah ngebuat es krim dari ayah jatuh ke lantai. Padahal sebenernya Ranti ga marah lagi sama ayah.


Ayah,
Ayah itu ayah yang paling hebat sedunia.
Ayah jangan sedih lagi yah…

Ranti sayang sama ayah.


(Ranti)

NB: Ayah, jangan lupa beliin boneka Winnie the pooh yang ayah janjiin hari minggu kemarin yah!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kertaspun kulipat dan kutaruh di atas meja makan tempat ayah biasanya pagi-pagi sebelum berangkat membaca koran dan sarapan. Setelah itu aku merasa lega dan bisa tidur dengan pulas. Sehari setelahnya boneka Winnie the pooh tiba-tiba sudah kupeluk ketika bangun dari tidur. Walaupun besok-besoknya ayah tetap pulang malam. Dan kami hanya bertemu di akhir pekan, namun suasananya tiba-tiba sudah mencair.

Tapi baru-baru ini, aku menemukan surat yang kutulis untuk ayah masih tersimpan rapi di laci meja beliau. Dan akhirnya ibu bercerita padaku. Pada malam aku letakkan surat di meja makan, Pagi-pagi setelah bangun dari tidur, ayah membacanya. Ibuku menengok dari balik pintu kamar, dan mendapati ayahku menangis membaca surat dariku. Sejak saat itu surat yang kutulis terlipat rapih di agendanya dan selalu beliau bawa kemanapun beliau pergi.

Sepakat denganku kan. Ayahku adalah ayah yang paling manis sedunia kan?

***

Malam ini, Ibu, Aku dan Tantri sholat isya berjamaah. Setelah sholat, ibuku memimpin doa. Memanjat doa untuk Ayah yang telah tiada. Agar Ayah selalu bahagia di alam sana.

Kami tidak menangis tapi bukan berarti tidak sedih. Kami hanya mencoba memahami bahwa Ayahku pasti amat bahagia, karena Ayah telah menemui Tuhan yang Ayah amat beliau cintai dan beliau rindukan.

Yah, benar. Ayahku, Ayah Tantri dan Suami ibuku telah meninggalkan kami. Insya Allah, khusnulkhotimah. Beliau pergi ketika tengah menunaikan sholat, dengan posisi sujud. Posisi dimana manusia sangat dekat dengan Tuhan. Menandakan betapa Tuhan amat baik pada Ayahku, dan betapa Ayahku luar biasa beruntung Tuhan meridhoi kepergiannya dari dunia, dan kedatangannya menghadapNya. Insya Allah.

Kami teringat wajah terakhir ayahku sebelum kami berpisah. Wajahnya cerah bersinar, terdapat senyum tersemat disana, dan air mukanya pun amat teduh. Tiada peluh, tiada sendu, tiada kalut dan tiada kecemasan. Wajahnya amat tampan cemerlang, bahkan diantara kami yang mengitarinya, yang masih diberi hidup oleh Tuhan.
Tuhan, sediakanlah istana paling indah yang ada di Surga untuk Ayah kami tercinta. Tempatkan beliau di tempat yang paling dekat dengan Engkau. Karena kami tahu, Ayah kami selalu merindukkanMu seumur hidupnya. Perkenankanlah beliau bila tiba saatnya kelak bertemu denganMu, dan mendengar salamMu, Ya Rabb. Karena hanya itu yang Ayah kami selalu harapkan setiap malam. Cintai Ayah kami, Ya Rabb. Karena Ayah kami pun amat mencintai Engkau. Bahkan setiap helai nafasnya adalah dzikirnya kepada Engkau. Ridloi ia untuk menjadi kekasihmu, Ya Rabb. Walau ia tak sesempurna Rasulullah, tapi beliau manusia yang selalu memimpikan cintaMu, Ya Rabb.

Teruntuk Ayah... Aku berdoa kepada Tuhan, Agar Tuhan mempertemukan kita kembali di surga kelak, dan berkenan meridloi untuk menjadikan kita satu keluarga lagi.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ayah,

Ayah itu ayah yang paling hebat sedunia.

Ayah jangan sedih lagi yah…

Ranti sayang sama ayah.

(Ranti)

NB: Ayah, jangan lupa beliin boneka Winnie the pooh yang ayah janjiin hari minggu kemarin yah!
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-the end-

Jumat, 26 Februari 2010

Proposal Daisakusen : belajar untuk menerima keadaan

Masih teringat di kepala saya, ketika pertama kali saya menonton sebuah serial asal jepang ini. waktu itu kalender di rumah menunjukkan angka 10 Januari 2008. saya menghabiskan dua hari penuh untuk menyelesaikannya.

awalnya saya pikir saya akan menonton kisah percintaan klasik selayaknya yang sering saya tonton dari kebanyakan film. Kalau bukan cinta segi tiga, ya cinta segi empat, dengan latar belakang masa sekolah atau kuliah. seperti itulaa... dari dulu hingga sekarang tak banyak yang berubah. karena memang pangsa pasarnya anak remaja usia SMA.

namun setelah saya telisik, kisah cinta segi tiga ini dibalut dengan nuansa yang berbeda dari pikiran saya sebelumnya. Dengan mengambil tema "kembali ke masa lampau", kisah ini lumayan menggigit juga. Apalagi dengan akhir cerita yang tidak bisa ditebak dan terkesan menggantung, namun cukup membuat penontonnya puas dan terbayang-bayang hingga ke dunia nyata.

Cerita dimulai dari kisah persahabatan antara dua insan manusia sejak mereka duduk di bangku SD, yang lelaki bernama Ken dan yang perempuan bernama Rei. Rei adalah murid pindahan di SD tersebut. Persahabatan mereka berlanjut hingga mereka memasuki masa SMP. Di masa itu, mulai timbul percikan-percikan cinta diantara mereka, namun yaa... namanya juga sahabat, mereka belum mengakui karena memang belum menyadari perasaan yang mereka punya untuk sahabatnya tersebut.

semua itu terus berlanjut hingga akhirnya Rei memutuskan untuk menikah. Tentu dengan pria lain. Barulah penyesalan itu muncul di benak Ken. Nah... treeenggg... tiba-tiba ada seorang peri yang berbaik hati menawarkan kepada Ken untuk kembali ke masa lampau. Tujuannya apa lagi kalau bukan untuk memperbaiki masa lalu atau lebih tepatnya "mengulang" masa lalu dan mengubah masa depan. Namun, seperti yang digambarkan di serial tersebut, apapun usaha yang Ken lakukan, hasilnya tetap nihil.

Keadaan tak berubah, Rei tetap menikah dengan pria itu.

Ada satu pertanyaan mengganjal yang hadir di hati saya mengenai ending serial ini. Bo... ko akhirnya begono..?? Namun setelah dipikir-pikir, karena memang yang menjadi fokus cerita ini bukanlah kisah percintaan tragis dua orang sahabat yang saling gengsian, melainkan pelajarannya atau maksud inti sari dari kisah ini sendiri yang terkadang luput dari perhatian penontonnya (termasuk saya). Apa coba..??

Untuk menjawab pertanyaan diatas, ada satu kutipan perkataan sang peri yang sungguh menggugah hati dan sungguh pas sekali mendeskripsikan inti sari dari kisah proposal daisakusen...

"Menatap masa depan walaupun perih, masih jauh lebih baik dari menangisi keadaan susah di masa lalu"

Hikmah lain yang dapat dipetik dari serial ini adalah :

1. Jangan pernah menghindari hal-hal yang sulit, yang siapa tahu, bisa membawa kita menuju ke kesuksesan

2. Jangan pernah menangisi kemalangan yang terjadi , seakan-akan kita orang paling malang di dunia, karena akan selalu ada pelajaran di balik kemalangan, kalau kita mau menelisik lebih jauh... dan.... akan ada kejutan yang menanti di akhir kemalangan. percaya aja kalau setiap kejadian yang terjadi di hidup manusia pasti ada ujungnya.

"Tiada kekaguman dari orang yang kehilangan keanggunannya" -Abraham Lincoln


3. Ingat ketika berusaha, jangan pernah menyesal, karena walau hasilnya "null" sekalipun, namun setidaknya tidak ada yang perlu disesali kemudian

"berusahalah karena kau tidak akan rugi apapun" -peri

4. Nah, yang terakhir jangan lupa akan faktor X alias doa. terkadang kita lupa akan hal-hal yang mungkin untuk sebagian orang remeh, namun siapa sih yang menentukan hasil dari kerja keras kita kalau bukan Tuhan...?

Dari skala satu ampe lima, serial ini saya kasih lima bintang. Ide yang sarat akan makna, plot cerita yang mengalir dengan sungguh nyaman, hentakan-hentakan kejutan yang tiada henti tiap episodenya, tema cerita yang tidak umum, pemeran yang memerankan dengan amat dalam dan bagus (seolah-olah menempel dengan tubuh pemerannya), serta klimaks yang mempesona; membuat saya sungguh jatuh cinta terhadap serial ini.

Kembali lagi pada akhir kisah Proposal Daisakusen...
Ada kejutan yang diselipkan di sepuluh menit terakhir di episode paling bontot. Ternyata kenyataan didepan mata tak seburuk yang dikira. what a surprise..
Apa itu..?? silahkan tonton saja sendiri...