Sabtu, 27 Februari 2010

Puan Pulasar Tuan

bermimpi aku ke tengah padang pasir
meratap sempuan menari lalu melayu
seribu lalu pasir hinggap di puan pulasar tuan

lalu menunggu hempasan nyawa
aku terbang dan terbangun
ditampar segenap bunga rosalia yang mekar
rajam durinya mengenai lenganku kokoh

aku tak menghindar

hanya tertawa

dan menyindir mukaku tajam
beroleh muara lautan pilu

tak ada akhir untuk pulasar tuan
karena tak diawali oleh tuan

serta kubawa sendiri
menderu dalam hembusan abu pulasar tuan

(indarti: malam tak pernah padam. maret 2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar