bermimpi aku ke tengah padang pasir
meratap sempuan menari lalu melayu
seribu lalu pasir hinggap di puan pulasar tuan
lalu menunggu hempasan nyawa
aku terbang dan terbangun
ditampar segenap bunga rosalia yang mekar
rajam durinya mengenai lenganku kokoh
aku tak menghindar
hanya tertawa
dan menyindir mukaku tajam
beroleh muara lautan pilu
tak ada akhir untuk pulasar tuan
karena tak diawali oleh tuan
serta kubawa sendiri
menderu dalam hembusan abu pulasar tuan
(indarti: malam tak pernah padam. maret 2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar